Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Etika Hayati, menilai langkah Champion Cabai tersebut sebagai upaya nyata menjaga stabilitas harga pangan di tengah tingginya harga cabai secara nasional.
“Champion Cabai berkomitmen menghadirkan cabai dengan harga produsen atau harga petani bagi masyarakat, khususnya kelompok desil satu hingga desil lima,” tutur Etika.
Sebagai daerah sentra cabai, Wonosobo saat ini menopang pasokan untuk pasar lokal maupun luar daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 40 persen produksi diserap untuk kebutuhan masyarakat setempat, sementara 60 persen lainnya dipasok ke berbagai wilayah seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, hingga Medan, sehingga diharapkan tekanan harga cabai menjelang Nataru dapat tetap terkendali.
Editor : Tim Redaksi

















