Pemkab Wonosobo Kucurkan Rp720 Juta untuk Insentif 600 Guru Keagamaan Nonformal

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyalurkan insentif dengan total Rp720 Juta kepada 600 guru pendidikan keagamaan nonformal pada Tahun Anggaran 2025 di Gedung Korpri Wonosobo, Selasa (23/12/2025).

i

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyalurkan insentif dengan total Rp720 Juta kepada 600 guru pendidikan keagamaan nonformal pada Tahun Anggaran 2025 di Gedung Korpri Wonosobo, Selasa (23/12/2025).

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyalurkan insentif dengan total Rp720 Juta kepada 600 guru pendidikan keagamaan nonformal pada Tahun Anggaran 2025 di Gedung Korpri Wonosobo, Selasa (23/12/2025).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo, Harjanto, mengatakan insentif diberikan sebesar Rp100 ribu per bulan selama 12 bulan. Setiap guru menerima total Rp1,2 juta.

“Tahun ini insentif diberikan kepada 600 guru keagamaan nonformal. Masing-masing menerima Rp100 ribu per bulan selama 12 bulan, sehingga totalnya Rp1,2 juta per orang. Ini adalah bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian para guru yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan,” ujar Harjanto.

Harjanto merinci, penerima insentif terdiri atas 197 guru Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), 197 guru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), 196 guru Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ), serta 10 guru pendidikan keagamaan non-Islam di bawah koordinasi Kementerian Agama.

Ia menyebut, program insentif ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 Tahun 2022, serta Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 20 Tahun 2024.

Baca Juga:  Serapan Pupuk Subsidi Wonosobo 2025 Capai 91 Persen, Distribusi 2026 Disiapkan

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan, peran guru keagamaan nonformal sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Wonosobo.

“Pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengejar kecerdasan intelektual. Kita membutuhkan penguatan mental dan spiritual. Di sinilah peran para guru keagamaan nonformal menjadi sangat penting sebagai garda terdepan penjaga fondasi moral anak-anak Wonosobo,” tegas Afif.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru