Hasil kajian nantinya disampaikan ke BNPB sebagai dasar kebijakan penanganan selanjutnya. BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem.
“Kegiatan koordinasi hari ini berjalan lancar dan pengecekan lapangan akan segera dijadwalkan dalam waktu dekat ini,” sebutnya.
Fenomena tanah bergerak di Kaliwiro bukan hal baru. Di Dusun Purwo dan Krandegan, Desa Pucungkerep, kejadian serupa muncul hampir setiap tahun. Hujan deras kembali memicu pergeseran tanah sejak 29 Oktober 2025 dan terus berlangsung bertahap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya di Kaliwiro, Dusun Purwo dan Krandegan, Desa Pucungkerep. Kecamatan lain pun beberapa kena dampak, tapi tidak langsung. Ini tiap tahun bisa terjadi karena tanahnya yang memang bergerak,” ujar Sumekto saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).
Sekitar 200 kepala keluarga tinggal di dua dusun terdampak. Ratusan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Beberapa bangunan bahkan sudah tak layak huni.
Rumah retak, lantai amblas, hingga struktur bangunan miring menjadi pemandangan yang membuat warga resah. Puluhan rumah disebut dalam kondisi parah.
“Sekitar 20 an rumah yang memang perlu perhatian dan renovasi (kondisinya parah). Terkait relokasi kita tunggu rekomendasi dari ESDM maupun Geologi, baru kita bisa ambil sikap,” jelasnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















