Kaliwiro sudah dikenal sebagai wilayah dengan kondisi tanah labil sejak puluhan tahun. Memasuki musim hujan, gejala pergerakan tanah terpantau masih berlangsung dan cenderung meningkat.
Wilayah terdampak berada di ketinggian sekitar 456 mdpl. Hingga kini, BPBD terus melakukan pemantauan sambil menunggu kajian terbaru dari PVMBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : A. Nandar

















