WONOSOBO, DiengPost.com – Tradisi sakral Ruwat Cukur Rambut Gimbal kembali digelar di Pendopo Bupati Wonosobo, Jumat (24/7/2026). Kegiatan budaya ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Sebanyak tujuh anak berambut gimbal mengikuti seluruh prosesi tradisi dengan khidmat. Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat pemotongan rambut berlangsung.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memotong langsung rambut para peserta. Wakil Bupati Amir Husein dan Sekda One Andang Wardoyo turut mendampingi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengampu tradisi, Nanik Widayat, menyebut ruwatan bertujuan menghilangkan sukerta. Sukerta bermakna hal buruk yang melekat pada anak.
Prosesi diawali dengan tahap tantingan untuk memastikan kesediaan anak. Selanjutnya, panitia menggelar udar punagi untuk memenuhi semua permintaan anak.
Pemenuhan Syarat dan Pelarungan Rambut
Permintaan anak-anak sangat beragam, mulai dari hewan hingga barang elektronik. Anak-anak meminta kucing, sepeda, tablet, boneka, hingga kambing.
Setelah syarat terpenuhi, anak-anak menjalani prosesi bebono dan jamasan. Tahap jamasan telah berlangsung sebelumnya di Pemandian Kalianget.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











