WONOSOBO, DiengPost.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo belum mengambil langkah terkait penerapan work from home (WFH) maupun work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hingga kini, kebijakan itu masih sebatas wacana.
Kepala BKD Wonosobo, Iwan Widayano, mengatakan belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.
“Sampai saat ini kita belum WFH ataupun WFA,” kata Iwan kepada diengpost.com, Selasa (31/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, penerapan sistem kerja fleksibel tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Terutama bagi perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
“Misal kalau perangkat daerah pelayanan kan juga tidak mungkin,” ujarnya.
Menurut Iwan, Pemkab Wonosobo masih menunggu arahan dari pemerintah pusat sebelum menentukan kebijakan. Regulasi dari kementerian menjadi acuan utama.
“Surat Edaran itu kan nanti harus ada, melihat SE-nya Kemendagri, kemudian KemenPAN-RB juga seperti apa,” jelasnya.
Dari hasil koordinasi di tingkat provinsi, kata dia, sebagian besar daerah di Jawa Tengah juga belum menerapkan WFH maupun WFA.
Meski begitu, peluang penerapan tetap terbuka. Namun harus disertai sistem pengukuran kinerja yang jelas.
“Kalaupun memungkinkan ya harus dengan rumusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fleksibilitas kerja tidak boleh mengabaikan akuntabilitas kinerja ASN.
“Laporan kinerja harianya kan juga harus bisa disampaikan,” tambahnya.
Pengalaman saat pandemi Covid-19 juga menjadi catatan. Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.
“Misalnya dulu pas saya di Inspektorat, ada saat melakukan audit pemeriksaan, itu kan ngga mungkin kalau dilakukan dari rumah,” jelasnya.
Namun, untuk pekerjaan administratif, skema kerja fleksibel masih dinilai memungkinkan.
Di sisi lain, isu efisiensi anggaran tidak berdampak pada pengurangan ASN. Pemkab memastikan belum ada rencana ke arah tersebut.
“Sampai saat ini si di Wonosobo belum ada semacam itu,” tegasnya.
Menurutnya, langkah yang lebih realistis adalah evaluasi kinerja pegawai.
Sementara itu, wacana penghematan energi seperti bersepeda atau berjalan kaki ke kantor dinilai belum sepenuhnya cocok dengan kondisi daerah.
“Ya saya pribadi si tidak masalah. Tapi memang budaya kita jalan kaki dan naik sepeda kan masih sangat kurang ya,” kata Iwan.
Keterbatasan transportasi umum juga menjadi kendala.
“Moda transportasi kita kendaraan umum itu kan masih minim juga,” lanjutnya.
Pasca libur Lebaran, aktivitas ASN di lingkungan Pemkab Wonosobo tetap berjalan normal. Mayoritas pegawai kembali masuk kerja dan menjalankan tugas seperti biasa.
“Ada beberapa yang ambil cuti, seajuh ini Wonosobo aman di sisi kedisiplinan masih bagus,” pungkasnya.
Editor : A. Nandar

















