WONOSOBO, DiengPost.com – RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo menyiapkan layanan penuh selama 24 jam untuk menghadapi lonjakan risiko kesehatan saat arus mudik Lebaran 2026. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat akibat libur panjang.
Pihak rumah sakit memastikan seluruh sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan alat kesehatan dalam kondisi siap. Penguatan difokuskan pada layanan kegawatdaruratan yang diperkirakan meningkat selama periode mudik dan pasca Lebaran.
“Jadi untuk IGD dan poli kita gabung, kita tetap buka, bahkan kami manajemen pun tidak mengambil cuti. Saya sampai tanggal 25 justru kerja terus siaga satu,” ujar Direktur Utama RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto Sasongko, Selasa (17/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danang mengatakan, persiapan menghadapi Lebaran sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Evaluasi dari tahun sebelumnya menjadi dasar untuk memperkuat layanan tahun ini.
Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap peralatan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala saat layanan dibutuhkan dalam kondisi darurat.
“Ini tiga hari ini semua kita cek alat-alatnya, semua harus ready, semua harus siap. Jadi daripada nanti di hari dibutuhkan ternyata bermasalah,” katanya.
Ia menyebut, tren penyakit saat musim mudik didominasi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, penyakit akibat kelelahan dan pola makan seperti diare dan stroke juga kerap meningkat setelah Lebaran.
Fenomena pasien pulang lebih awal menjelang Lebaran juga masih terjadi. Banyak pasien memilih pulang pada H-1 atau H-2 untuk merayakan hari raya bersama keluarga, lalu kembali berobat setelahnya.
“Itu sudah umum di Wonosobo, H-1, H-2 itu minta pulang semua. Biasanya pengen berlebaran di rumah, nanti habis Lebaran baru kembali karena kecapekan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi risiko selama mudik, RSUD tidak menambah ruang perawatan. Fokus utama justru pada penguatan layanan gawat darurat dan kesiapsiagaan tenaga medis.
Selain itu, RSUD juga menyiapkan sistem rujukan jika terjadi kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Termasuk kesiapan ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan yang lebih besar.
“Untuk yang kasus-kasus yang memang harus ditangani rumah sakit, kami stand by. Termasuk ambulans untuk rujukan ke rumah sakit pusat, kita sudah siap semua,” tegas Danang.
Pihaknya juga mengantisipasi potensi penyakit yang dibawa pemudik, seperti campak. Screening pasien diperketat untuk mencegah penularan di lingkungan rumah sakit.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan optimal selama libur Lebaran. Dengan kesiapan penuh ini, diharapkan masyarakat tetap merasa aman dan terlayani di bidang kesehatan.
Editor : A.L. Khakim

















