WONOSOBO, DiengPost.com – Maraknya seruan gerakan Stop Bayar Pajak di media sosial Jawa Tengah menarik perhatian publik. Menyikapi fenomena tersebut, UPPD SAMSAT Wonosobo mengonfirmasi adanya penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor pada awal 2026.
Kepala UPPD SAMSAT Wonosobo, Himawan, menyebut penerimaan pajak kendaraan pada Januari 2026 turun sekitar 2,5 persen dibandingkan Januari 2025. Penurunan itu setara sekitar Rp1,4 miliar dari target Rp6 miliar.
“Kalau dibandingkan Januari tahun lalu, Januari 2026 ini kami minus sekitar 2,5 persen. Secara nominal kurang lebih Rp1,4 miliar,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan tren penurunan belum berhenti. Pola serupa mulai terlihat pada Februari 2026.
Jumlah hari efektif pembayaran yang lebih pendek turut memengaruhi penerimaan. Kondisi tersebut membuat proyeksi pendapatan semakin berat.
Jika tren ini berlanjut, potensi kehilangan pendapatan hingga akhir tahun cukup besar. Dari target opsen pajak kendaraan bermotor 2026 sekitar Rp55 miliar, pendapatan daerah berisiko tergerus hingga 20 persen.
“Kalau kondisi ini terus terjadi, sampai akhir tahun potensi pendapatan yang hilang bisa sampai 20 persen,” kata Himawan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















