WONOSOBO, DiengPost.com – Pelayanan kesehatan bagi warga Wonosobo diminta tetap berjalan tanpa hambatan, meski status BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan sementara akibat penyesuaian data nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dalam kegiatan peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Stadion Kolodete, usai pertandingan sepak bola persahabatan antara Komunitas Jurnalis Wonosobo dan Forkopimda, Jumat (6/2/2026).
Ia menekankan rumah sakit tidak boleh menolak pasien hanya karena persoalan administrasi kepesertaan BPJS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penonaktifan BPJS PBI disebut bukan pencabutan hak layanan kesehatan, melainkan proses sinkronisasi data antara Kementerian Sosial dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam kondisi darurat maupun kebutuhan perawatan lanjutan, rumah sakit diminta mengedepankan keselamatan pasien.
“Kalau pasien masuk rumah sakit dan membutuhkan perawatan, layani dulu. Jangan pernah rumah sakit menolak pasien hanya karena BPJS PBI-nya dinonaktifkan,” tegas Afif.
Ia menyoroti kelompok pasien rentan dan penderita penyakit yang membutuhkan perawatan rutin, seperti hemodialisa, agar tetap memperoleh layanan medis.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















