“Gunung Sumbing memiliki nilai ekologis yang sangat penting. Karena itu, menjaga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. Kami mendukung kegiatan ini melalui pendistribusian bibit dan berharap aksi penanaman pohon serta bersih sampah dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Abdul Goni menambahkan, kegiatan ruwatan tidak hanya dimaknai sebagai tradisi atau seremonial semata, tetapi juga sebagai momentum membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas pendakian harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan agar Gunung Sumbing tetap terjaga bagi generasi mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, panitia pelaksana, Tain atau yang akrab disapa Toeng, mengatakan Ruwat Gunung Sumbing bertujuan mengajak masyarakat dan para pendaki untuk semakin mencintai serta merawat lingkungan pegunungan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mengingatkan bahwa Gunung Sumbing bukan hanya tempat wisata dan pendakian, tetapi juga ruang hidup yang harus dijaga. Karena itu, kami melibatkan masyarakat lokal dan peserta dari luar daerah agar semangat menjaga gunung dapat menyebar lebih luas,” katanya.
Ia berharap Ruwat Gunung Sumbing dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya menjaga tradisi lokal, tetapi juga memperkuat gerakan konservasi di kawasan pegunungan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas, masyarakat, pegiat lingkungan hingga para pendaki, upaya menjaga kelestarian Gunung Sumbing diharapkan dapat dilakukan secara bersama dan berkesinambungan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











