Penyelenggara kegiatan, Ki Arya Kusuma, mengatakan pameran ini sengaja digelar bertepatan dengan momentum 1 Suro dan Bulan Bung Karno sebagai upaya mengenalkan kembali warisan budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, keris dan berbagai benda pusaka tidak semestinya hanya dipandang dari sisi mistis. Lebih dari itu, benda-benda tersebut merupakan karya seni adiluhung yang merekam perjalanan sejarah, teknologi, filosofi, dan peradaban bangsa Indonesia dari masa ke masa.
“Melalui pameran ini kami ingin mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk mengenal sejarah bangsanya sendiri. Keris adalah karya seni dan budaya yang memiliki nilai tinggi serta perlu dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum 1 Suro yang identik dengan refleksi diri dan penyucian batin dinilai sejalan dengan semangat pelestarian budaya. Pengunjung tidak hanya dapat melihat langsung koleksi pusaka bersejarah, tetapi juga mempelajari makna filosofis yang terkandung dalam setiap bilah keris maupun tombak yang dipamerkan.
Melalui kegiatan tersebut, para kolektor berharap regenerasi pecinta keris dan benda antik terus tumbuh di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, warisan budaya Nusantara yang telah diakui dunia tidak hanya tersimpan sebagai artefak masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











