Mahasiswa 15 Negara Ikuti Tanam 1.000 Pohon Kopi di Lereng Gunung Kembang

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman di lereng Gunung Kembang, tepatnya di Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/7/2026).

i

Penanaman di lereng Gunung Kembang, tepatnya di Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/7/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Sebanyak 1.000 bibit pohon kopi ditanam di lereng Gunung Kembang, tepatnya di Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan bertajuk ‘Wonosobo Green Action’ ini menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui komoditas kopi.

‎Aksi penghijauan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Jagat Tunas Bumi bekerja sama dengan Gerakan Mantap Pilih Prabowo, komunitas driver online Wonosobo, serta melibatkan puluhan mahasiswa peserta program Summer Camp yang berasal dari 15 negara.

‎Pemilihan tanaman kopi bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi petani, kopi juga dinilai mampu mendukung fungsi konservasi lahan, khususnya di kawasan pegunungan yang mulai mengalami tekanan akibat perubahan tata guna lahan.

‎Panitia Wonosobo Green Action, Ginanjar Anggit Prasetyo, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lereng Gunung Kembang yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami alih fungsi lahan dari kawasan berhutan menjadi lahan pertanian musiman.

‎”Penanaman pohon kopi menjadi salah satu solusi karena tanaman ini memiliki akar yang kuat sehingga mampu membantu menjaga struktur tanah, mengurangi risiko erosi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Menurutnya, konservasi lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, tanaman yang dipilih bukan hanya berfungsi menjaga kelestarian alam, tetapi juga memiliki nilai jual yang dapat meningkatkan pendapatan petani di masa mendatang.

Baca Juga:  Lansia Hilang Dua Hari di Wonosobo, Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah

Penulis : Anang Bayu

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda Golkar Wonosobo Semarang Dinilai Cacat Prosedur dan Tanpa Restu PK Resmi
Kampanyekan Transportasi Umum, DWP Setda Wonosobo Naik Angkot ke Menjer
Buruh Ojek Kayu di Kepil Wonosobo Tewas Terperosok ke Tebing
AKBP Ricky Pripurna Atmaja Resmi Jabat Kapolres Wonosobo
Buntut Pengeroyokan Konser Dangdut di Garung, Empat Pelaku Jadi Tersangka
Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua
Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Musda Golkar Wonosobo Semarang Dinilai Cacat Prosedur dan Tanpa Restu PK Resmi

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Kampanyekan Transportasi Umum, DWP Setda Wonosobo Naik Angkot ke Menjer

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:14 WIB

Buruh Ojek Kayu di Kepil Wonosobo Tewas Terperosok ke Tebing

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:08 WIB

AKBP Ricky Pripurna Atmaja Resmi Jabat Kapolres Wonosobo

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Buntut Pengeroyokan Konser Dangdut di Garung, Empat Pelaku Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Polisi mendatangi TKP buruh ojek kayu berinisial DS (30) yang tewas setelah jatuh ke tebing di Desa Bener, Kepil, Wonosobo.

Wonosobo

Buruh Ojek Kayu di Kepil Wonosobo Tewas Terperosok ke Tebing

Senin, 3 Agu 2026 - 07:14 WIB

Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja.

Wonosobo

AKBP Ricky Pripurna Atmaja Resmi Jabat Kapolres Wonosobo

Senin, 3 Agu 2026 - 07:08 WIB