Implementasi Nyata Program Tracer Paru Kepolisian
Oleh karena itu, aksi nyata ini menjadi bukti keseriusan polisi dalam membangun sinergi bersama Dinas Kesehatan Wonosobo. Kolaborasi kedua instansi ini bertujuan mempercepat program eliminasi penyakit Tuberkulosis di wilayah Jawa Tengah.
Agenda ini juga menjadi bagian penting dari Program Polda Jateng Peduli Berantas Tuberkulosis Paru. Konsep besar tersebut menuntut peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai petugas pelacak atau Tracer TB Paru di desa binaan.
Melalui program tersebut, polisi tidak sekadar bertugas menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal warga saja. Namun, mereka juga wajib mengedukasi warga serta mendampingi tim medis mendeteksi penyakit menular di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan berkala ini menjadi langkah preventif paling efektif untuk menemukan potensi penularan bakteri. Petugas medis membutuhkan waktu sekitar dua hari pascapemeriksaan untuk mengetahui hasil laboratorium para siswa.
Langkah ini memudahkan nakes melakukan penanganan lanjutan jika menemukan indikasi gejala klinis pada anak. Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan kesiapan institusinya untuk mengawal program kesehatan pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan Dinas Kesehatan dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka penyebaran TB Paru,” kata Kapolres Wonosobo.
Ia berharap kehadiran polisi di lapangan mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya penyakit pernapasan. Edukasi yang konsisten akan mendorong warga melakukan pemeriksaan medis secara mandiri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











