WONOSOBO, DiengPost.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong optimalisasi aplikasi SOBOPEDIA sebagai pusat integrasi pelayanan informasi publik. Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari penguatan transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Ruang Mangunkusumo Setda Wonosobo. Rakor menjadi penanda dimulainya agenda kerja PPID tahun 2026.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Wonosobo, Mohammad Riyatno, menegaskan keterbukaan informasi publik harus dijalankan secara konsisten. Menurutnya, transparansi tidak bisa dipandang sebatas pemenuhan regulasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keterbukaan informasi harus dijaga secara konsisten. Ini bukan hanya soal memenuhi aturan, tetapi tentang menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan dapat dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Riyatno juga menyinggung tantangan tahun 2026, terutama terkait penurunan anggaran dibanding tahun sebelumnya. Namun, kondisi tersebut diminta tidak menjadi alasan melemahnya kualitas layanan informasi publik.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Kristhiana Dhewi, menyebut pemanfaatan teknologi informasi akan terus diperkuat. Fokusnya pada kemudahan akses dan kecepatan layanan bagi masyarakat.
Komitmen Menyajikan Informasi Cepat, Akurat dan Mudah Diakses
“Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk terus berinovasi dalam menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Kami akan memastikan PPID dapat berfungsi secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















