WONOSOBO, DingPost.com – Rentetan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo dinilai sebagai peringatan serius terhadap kondisi lingkungan. Fenomena ini menunjukkan daya dukung alam yang semakin menurun.
Jagat Tunas Bumi (Jatubu) mencatat longsor terjadi di beberapa lokasi rawan. Di antaranya di Patak Banteng dan Puncak Gunung Kembang dengan luasan terdampak cukup besar.
“Ini menjadi peringatan tambahan bagi kita semua, warga Wonosobo, agar semakin waspada terhadap kondisi alam,” kata Ketua Jatubu, Mantep Abdul Ghoni, Selasa (27/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, erosi dan longsor merusak lahan pertanian warga. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare.
Longsor juga terjadi di kawasan Puncak Gunung Kembang. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 14 hektare dan masih berpotensi meluas ke wilayah lain.
“Kami terus melakukan penanaman secara masif dan berkelanjutan, sekaligus menghimbau instansi terkait untuk segera bertindak,” ujar Mantep.
Jatubu menilai pembiaran terhadap perambahan hutan dan alih fungsi lahan akan memperparah risiko bencana. Jika tidak ada langkah tegas yang menimbulkan efek jera, masyarakat terdampak membuka kemungkinan menempuh jalur hukum.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















