Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, menyebut luas lahan kritis di wilayahnya masih cukup tinggi. Data tersebut merujuk pada catatan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).
Berdasarkan data tersebut, luas lahan kritis di Wonosobo mencapai sekitar 36.842 hektare dari total wilayah seluas kurang lebih 98.400 hektare. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan.
“Jika melihat data, sebagian besar lahan kritis itu bukan berada di kawasan hutan yang beralih fungsi, justru banyak ditemukan di lahan pertanian dan hortikultura yang dikelola secara intensif,” kata Endang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Endang menjelaskan, pendekatan teknis yang perlu diperkuat adalah konservasi pertanian. Upaya ini perlu dilakukan bersama dinas teknis terkait agar kerusakan lahan tidak terus meluas.
Ia menyebut, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan langkah penanganan lintas sektor untuk menekan risiko kerusakan lingkungan dan potensi bencana lanjutan di Wonosobo.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















