WONOSOBO, DiengPost.com – Momentum menjelang peringatan 1 Suro dimanfaatkan para pecinta budaya dan sejarah untuk menggelar pameran keris, barang antik, dan batu mulia di Gedung Sasana Adipura Kencana, Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (16/6/2026) itu menjadi magnet bagi ratusan kolektor dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Lebih dari 100 peserta yang tergabung dalam komunitas Jawa Jadul Antik ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menempati lebih dari 70 meja pameran yang dipenuhi berbagai koleksi benda bersejarah, mulai dari keris, tombak, pusaka tradisional, hingga beragam barang antik bernilai tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya diikuti kolektor dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sejumlah peserta juga datang dari luar Pulau Jawa, termasuk dari Lombok. Mereka membawa koleksi terbaik untuk dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada para pengunjung dan sesama kolektor.
Salah satu daya tarik utama dalam pameran ini adalah hadirnya keris-keris sepuh yang memiliki usia ratusan hingga lebih dari seribu tahun. Beberapa koleksi yang dipamerkan bahkan berasal dari era Kabudhan atau masa sebelum Kerajaan Majapahit berdiri, sekitar abad ke-10 hingga ke-11.
Sementara itu, koleksi yang tergolong paling muda berasal dari tangguh Kamardikan, yakni keris yang dibuat setelah Indonesia merdeka. Keberagaman usia dan nilai historis tersebut membuat pameran ini menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya bagi masyarakat.
Nilai jual koleksi yang dipamerkan pun sangat beragam. Harga keris dan benda antik yang dipasarkan mulai dari Rp1 juta hingga lebih dari Rp50 juta, tergantung usia, kelangkaan, kondisi, serta kualitas pengerjaannya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











