WONOSOBO, DiengPost.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik saat ini tengah bergerak cepat agar Kesbangpol Wonosobo perketat pengawasan terhadap ancaman narkoba di kalangan pelajar.
Kepala Kesbangpol Wonosobo Agus Kristiono merasa sangat khawatir terhadap modus operandi pengedar yang kini beralih ke ruang digital atau sistem online.
Transaksi narkotika saat ini tidak lagi membutuhkan pertemuan fisik antara penjual dan pembeli. Kondisi tersebut memicu kerawanan tinggi pada lingkungan sekolah menengah saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna memutus rantai tersebut, pemerintah daerah menjalankan langkah strategis dengan membentuk Kesatuan Pelajar Anti Narkotika atau KAPA di setiap satuan pendidikan SLTA.
“Kami menggandeng BNN Temanggung untuk menciptakan agen perubahan melalui program KAPA ini,” ujar Agus dalam sesi wawancara di Dewani Resto pada hari Rabu.
Selain sosialisasi, agenda Kesbangpol Wonosobo perketat pengawasan juga mencakup rencana pelaksanaan tes urin secara acak bagi para siswa di masa mendatang.
Mitigasi Miras Ilegal dan Rehabilitasi Siswa
Selanjutnya, pemerintah juga menyoroti peredaran minuman keras ilegal serta obat-obatan terlarang jenis Tramadol. Pengawasan ini melibatkan koordinasi erat dengan pihak Satpol PP setempat.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















