WONOSOBO – Organisasi perempuan di Kecamatan Kejajar menggelar kegiatan Meditasi Ekologi dan penanaman 1.000 pohon kopi pada Jum’at, 5 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan PKK, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah.
Aksi tersebut digerakkan oleh meningkatnya risiko bencana di Kabupaten Wonosobo. Data BPBD hingga Juni 2025 mencatat 124 kejadian bencana. Longsor menjadi yang tertinggi dengan 73 kejadian. Disusul cuaca ekstrem 46 kejadian dan banjir 5 kejadian. Di tengah meningkatnya ancaman ini, perempuan disebut sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.
Kerentanan itu mencakup fisik, sosial, ekonomi hingga psikologis. Saat bencana terjadi, perempuan kerap menjadi penyangga keluarga. Mereka memastikan keselamatan anak dan lansia, hingga menjaga kebutuhan domestik. Namun akses terhadap bantuan, perlindungan, dan pengambilan keputusan masih terbatas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut mendorong organisasi perempuan bersama Samitra Lingkungan mengambil langkah pencegahan. Meditasi ekologi dan penanaman kopi dilakukan di sumber mata air Banyuwangi, Kelurahan Kejajar. Meditasi dimaknai sebagai ruang memperkuat kesadaran, ketahanan mental, dan kepemimpinan perempuan dalam menghadapi risiko bencana berbasis komunitas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, hadir dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai perempuan memiliki ketelatenan dalam merawat kehidupan.
“Penanaman kopi ini merupakan aksi nyata sebagai gerakan bersama untuk menjaga mata air dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Endang juga menekankan makna meditasi bagi pemulihan mental.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















