Ormas Perempuan Kejajar Gelar Meditasi Ekologi dan Tanam Seribu Pohon Kopi

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi perempuan di Kecamatan Kejajar menggelar kegiatan Meditasi Ekologi dan penanaman 1.000 pohon kopi.

i

Organisasi perempuan di Kecamatan Kejajar menggelar kegiatan Meditasi Ekologi dan penanaman 1.000 pohon kopi.

WONOSOBO – Organisasi perempuan di Kecamatan Kejajar menggelar kegiatan Meditasi Ekologi dan penanaman 1.000 pohon kopi pada Jum’at, 5 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan PKK, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Aksi tersebut digerakkan oleh meningkatnya risiko bencana di Kabupaten Wonosobo. Data BPBD hingga Juni 2025 mencatat 124 kejadian bencana. Longsor menjadi yang tertinggi dengan 73 kejadian. Disusul cuaca ekstrem 46 kejadian dan banjir 5 kejadian. Di tengah meningkatnya ancaman ini, perempuan disebut sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.

Baca Juga:  BNPB Tanam 100 Ribu Bibit, Tekankan Penguatan Mitigasi Bencana Nasional

Kerentanan itu mencakup fisik, sosial, ekonomi hingga psikologis. Saat bencana terjadi, perempuan kerap menjadi penyangga keluarga. Mereka memastikan keselamatan anak dan lansia, hingga menjaga kebutuhan domestik. Namun akses terhadap bantuan, perlindungan, dan pengambilan keputusan masih terbatas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut mendorong organisasi perempuan bersama Samitra Lingkungan mengambil langkah pencegahan. Meditasi ekologi dan penanaman kopi dilakukan di sumber mata air Banyuwangi, Kelurahan Kejajar. Meditasi dimaknai sebagai ruang memperkuat kesadaran, ketahanan mental, dan kepemimpinan perempuan dalam menghadapi risiko bencana berbasis komunitas.

Baca Juga:  Sepekan Terakhir 2025, Jalur Tengkorak Wonosobo Kembali Makan Korban

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, hadir dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai perempuan memiliki ketelatenan dalam merawat kehidupan.

“Penanaman kopi ini merupakan aksi nyata sebagai gerakan bersama untuk menjaga mata air dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Endang juga menekankan makna meditasi bagi pemulihan mental.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Wonosobo, Bale Guna Gaungkan Nilai Kebangsaan Lewat Budaya
Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan
Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap
Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng
PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir
Jelang Idul Adha, Sapi 1 Ton Asal Kalikajar Dipilih Jadi Kurban Presiden
Hemat Energi! Belasan Keluarga di Wonosobo Gunakan Sumber Energi Mandiri Sejak 1955
Hidupkan Sektor Wisata, Wisata Bukit Sembrani Watumalang Siap Jadi Magnet Baru

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:54 WIB

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Wonosobo, Bale Guna Gaungkan Nilai Kebangsaan Lewat Budaya

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:07 WIB

Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap

Senin, 18 Mei 2026 - 15:59 WIB

Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:39 WIB

PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir

Berita Terbaru