H. Achmad Faqih turut menyampaikan komitmennya mengawal aspirasi pondok pesantren. Ia berjanji memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan.
“Kami siap menjadi jembatan bagi aspirasi pondok pesantren. Harapannya, berbagai kebutuhan pesantren dapat diperhatikan sehingga keberadaannya semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap H. Achmad Faqih.
Peserta turut menerima sejumlah materi terkait pengembangan pondok pesantren. Materi pertama membahas fasilitasi pengembangan ponpes di Kabupaten Wonosobo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi ini mengulas pentingnya sinergi antara ponpes, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan. Sinergi ini bertujuan meningkatkan kualitas kelembagaan dan tata kelola pesantren.
Briptu Agri Rafid dari Polres Wonosobo menyampaikan materi kedua. Ia membahas bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan pondok pesantren.
Ia mengingatkan bahwa ancaman narkotika dapat menyasar siapa saja. Kalangan pelajar dan santri turut berisiko terpapar peredaran narkotika.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan edukasi berkelanjutan. Kolaborasi antara pesantren, keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum turut diperlukan.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











