Ia mengatakan, konsep pembangunan desa saat ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga mengembangkan berbagai sektor ekonomi berbasis potensi lokal. Setiap desa didorong memiliki kekuatan ekonomi yang berbeda sesuai karakter wilayahnya, sehingga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Berbagai program pun terus diperluas, mulai dari pembentukan koperasi desa, pengembangan desa tematik, budidaya perikanan dengan sistem bioflok, penguatan desa wisata, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seluruh program tersebut diarahkan agar masyarakat desa memperoleh sumber pendapatan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan. Program yang terbukti memberikan manfaat akan tetap dilanjutkan, sedangkan program yang masih memiliki kelemahan akan diperbaiki agar lebih efektif dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang sudah bagus tentu jalan, yang belum diperbaiki,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Menurutnya, alumni pesantren memiliki sumber daya manusia yang kuat dan jaringan yang luas hingga ke tingkat desa sehingga berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai, banyak program pemerintah yang saat ini telah masuk ke desa dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar pelaksanaannya semakin efektif. Mulai dari pengembangan koperasi desa, penguatan UMKM, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat dinilai dapat berjalan lebih optimal apabila melibatkan organisasi masyarakat dan alumni pesantren.
“Banyak program-program pemerintah yang masuk desa, seperti koperasi, kemudian UMKM, ini bisa kerja sama dengan alumni,” ungkapnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











