WONOSOBO, DiengPost.com – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wonosobo menerapkan manajemen beban listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin (22/6/2026). Kebijakan tersebut dilakukan akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
Berdasarkan pengumuman resmi PLN, sejumlah wilayah yang terhubung pada feeder WB009, WB002, dan WB008 berpotensi mengalami pemadaman listrik bergilir. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan hingga kondisi pembangkit kembali normal.
Namun, kebijakan tersebut mulai dikeluhkan sejumlah pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Salah satunya datang dari pelaku UMKM roastery kopi di Wonosobo, Farid Gutama. Menurutnya, pemadaman listrik secara langsung menghambat proses produksi yang seluruhnya mengandalkan tenaga listrik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ya susah. Usaha kami full menggunakan listrik. Kalau terjadi pemadaman jelas tidak bisa produksi,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Farid menjelaskan, dalam proses roasting kopi, kestabilan suhu dan waktu menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk. Ketika listrik padam di tengah proses produksi, biji kopi yang sedang dipanggang berpotensi mengalami kerusakan dan tidak layak dipasarkan.
”Musuhnya roastery kopi itu PLN. Kalau pas lagi produksi tiba-tiba listrik mati, sudah dipastikan kopinya rusak dan tidak bisa dijual,” katanya.
Ia menilai, persoalan utama bukan hanya pada pemadaman itu sendiri, tetapi juga minimnya kepastian informasi yang diterima pelaku usaha. Menurutnya, jadwal pemadaman yang jelas akan sangat membantu UMKM dalam mengatur produksi dan meminimalkan kerugian.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











