PLN Terapkan Manajemen Beban, Pelaku UMKM Wonosobo Keluhkan Gangguan Produksi

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengolahan kopi di UMKM Wonosobo.

i

Pengolahan kopi di UMKM Wonosobo.

WONOSOBO, DiengPost.com – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wonosobo menerapkan manajemen beban listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin (22/6/2026). Kebijakan tersebut dilakukan akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.

‎Berdasarkan pengumuman resmi PLN, sejumlah wilayah yang terhubung pada feeder WB009, WB002, dan WB008 berpotensi mengalami pemadaman listrik bergilir. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan hingga kondisi pembangkit kembali normal.

‎Namun, kebijakan tersebut mulai dikeluhkan sejumlah pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Salah satunya datang dari pelaku UMKM roastery kopi di Wonosobo, Farid Gutama. Menurutnya, pemadaman listrik secara langsung menghambat proses produksi yang seluruhnya mengandalkan tenaga listrik.

‎”Ya susah. Usaha kami full menggunakan listrik. Kalau terjadi pemadaman jelas tidak bisa produksi,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

‎Farid menjelaskan, dalam proses roasting kopi, kestabilan suhu dan waktu menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk. Ketika listrik padam di tengah proses produksi, biji kopi yang sedang dipanggang berpotensi mengalami kerusakan dan tidak layak dipasarkan.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Konsumsi saat Ramadhan, PDAM Wonosobo Siapkan Mata Air Cadangan

‎”Musuhnya roastery kopi itu PLN. Kalau pas lagi produksi tiba-tiba listrik mati, sudah dipastikan kopinya rusak dan tidak bisa dijual,” katanya.

‎Ia menilai, persoalan utama bukan hanya pada pemadaman itu sendiri, tetapi juga minimnya kepastian informasi yang diterima pelaku usaha. Menurutnya, jadwal pemadaman yang jelas akan sangat membantu UMKM dalam mengatur produksi dan meminimalkan kerugian.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru