Peringatan Hari Lahir Pancasila di Wonosobo, Bale Guna Gaungkan Nilai Kebangsaan Lewat Budaya

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sigit juga menekankan pentingnya membangun kesadaran diri, kejujuran, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu sebagai bagian dari pengamalan nilai Pancasila. Menurutnya, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari egoisme, keserakahan, dan kepentingan sempit.

Sementara itu, Pendiri Komunitas Bale Guna sekaligus Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Wonosobo, Eka Gunadi, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sosial saat ini ketika Pancasila kerap hanya hadir sebagai slogan tanpa diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Ini adalah refleksi dari teman-teman Bale Guna atas keprihatinan kondisi saat ini. Pancasila jangan hanya menjadi idiom-idiom, tetapi harus hidup dalam perilaku. Seni menjadi salah satu cara untuk menyampaikan nilai-nilai itu secara halus dan menyentuh,” katanya.

Eka menilai konsistensi Kiai Kanjeng selama puluhan tahun membuktikan kesenian mampu menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan moral, kemanusiaan, dan kebangsaan. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai sarana refleksi diri, bukan alat untuk menyalahkan pihak lain.

“Pancasila harus menjadi pusaka. Bukan pedang untuk menghantam orang lain, tetapi pusaka untuk mengiris dada kita sendiri, merefleksikan diri kita sendiri. Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi bertanya apa kontribusi dan tanggung jawab kita terhadap keadaan bangsa hari ini,” ujarnya.

Baca Juga:  LPK Bina Mandiri Siapkan Welder Berstandar, Buka Peluang Kerja Luar Negeri

Menurut Eka, berbagai persoalan bangsa harus menjadi momentum membangun kesadaran kolektif. Ia menegaskan Pancasila bukan sekadar warisan masa lalu yang diperingati setiap tahun, tetapi kompas moral untuk menghadapi tantangan masa depan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pertunjukan seni budaya dari seniman lokal dan penampilan Kiai Kanjeng yang menghadirkan pesan kebangsaan, spiritualitas, serta persatuan di tengah masyarakat.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua
Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Berita Terbaru