Keraton Yogyakarta juga menyatakan siap membantu proses pengusulan. Salah satunya dengan membuka arsip internal keraton untuk pendataan garis keturunan Sultan HB II dan penelusuran situs sejarah yang berkaitan dengan perjuangan sang sultan.
“Salah satu yang dibutuhkan adalah membuka arsip Keraton Yogyakarta untuk mendata nama-nama keturunan Sultan HB II guna melengkapi persyaratan administrasi. Selain itu, situs-situs terkait juga akan diteliti lagi,” jelas Romo Artha.
Romo Artha turut mengungkap keterkaitan historis Sultan HB II dengan wilayah Wonosobo. Menurutnya, Sultan HB II lahir di lereng Gunung Sindoro dan memiliki strategi pertahanan yang melibatkan prajurit perempuan dari kawasan Muntilan hingga Wonosobo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua Yayasan Vassati Socaning Lokika sekaligus perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak mulai dari Keraton Yogyakarta, akademisi, budayawan, hingga komunitas masyarakat sipil.
“Keberanian beliau memuncak pada peristiwa Geger Sepehi tahun 1812, di mana beliau memilih untuk mempertahankan kedaulatan keraton meski harus menghadapi gempuran artileri berat pasukan Inggris,” ungkap Fajar.
Menurutnya, sikap pantang menyerah Sultan HB II menjadi dasar kuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional. Nilai perjuangan itu dinilai sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga marwah bangsa dari penjajahan asing.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















