WONOSOBO, DiengPost.com – Harga plastik mulsa yang melonjak hingga dua kali lipat membuat petani sayur di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kian tertekan. Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya produksi yang membengkak.
Kondisi tersebut memaksa petani tetap menggunakan plastik lama yang sudah tidak layak pakai. Situasi ini dikhawatirkan memperburuk kualitas tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.
“Kalau dulu satu rol plastik mulsa sekitar Rp500 ribu, sekarang sudah sampai Rp1 juta per rol,” kata Muhlisin, petani sayur di Desa Tlogo, Kecamatan Garung, Senin (4/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan harga sarana produksi pertanian, khususnya plastik mulsa, kini menjadi beban berat bagi petani sayur di wilayah lereng. Mereka harus menyesuaikan biaya tanam dengan kondisi pasar yang tidak menentu.
Tingginya Harga Plastik Membuat Perhitungan Modal Semakin Berat
Muhlisin saat ini tengah mengolah lahan seluas 5.000 meter persegi untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Namun, tingginya harga plastik membuat perhitungan modal menjadi semakin berat.
“Saya tetap harus tanam, tapi ya terpaksa pakai plastik lama yang sudah rusak,” ujarnya.
Karena keterbatasan biaya, ia tidak mampu membeli plastik mulsa baru. Ia memilih menggunakan kembali mulsa lama meski kondisinya sudah bolong dan tidak optimal.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















