Sementara itu, Slawi United hanya mampu mencuri satu gol hiburan lewat Marcelino yang memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah sejak menit awal membuat skema permainan Slawi United berantakan.
“Banyak sistem yang tidak berjalan di tim Slawi United, terutama untuk pemain depan. Di babak pertama, pemain kami gampang kehilangan bola. Di saat pemain dari tengah bawah mau support ke depan, mereka hilang bola. Maka di babak kedua sudah ada perbaikan, langsung ada peluang cetak gol,” jelas Pelatih Slawi United, Rahmat Affandi.
Rahmat mengakui PSIW bermain sangat ngotot demi menebus poin yang hilang di laga sebelumnya. Pressing ketat yang diperagakan tuan rumah membuat pemain Slawi United kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan penguasaan bola.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal serupa diakui oleh pencetak gol Slawi United, Marcelino. Menurutnya, motivasi tinggi lawan untuk bangkit dari kekalahan melawan Persitema membuat PSIW tampil habis-habisan layaknya sedang melakukan aksi balas dendam.
“Ya, kalau dari saya, mereka (PSIW-red) sudah main dan kalah dari Persitema. Mereka pastinya ingin cari poin sempurna. Tim PSIW memainkan laga ini seperti balas dendam atas kekalahan sebelumnya. Jadi mereka itu sedang on fire. Akhirnya, kerja keras pemain PSIW di kandang berbuah kemenangan,” katanya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















