“Kondisi ini menunjukkan pupuk benar-benar digunakan petani dan aktivitas tanam berjalan optimal,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, alokasi pupuk subsidi Wonosobo ditetapkan urea sekitar 9.500 ton dan NPK sekitar 12.100 ton. Penyaluran akan dilakukan melalui 81 PPTS, terdiri dari 78 kios lama dan tiga kios baru.
Dari sisi produsen, PT Pupuk Indonesia memastikan kesiapan stok dan tata kelola distribusi. Gudang penyangga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan Pupuk Indonesia AE Wonosobo, Subarkah, menegaskan ketersediaan stok dalam kondisi aman.
“Kami sangat siap, dengan gudang penyangga di Selomerto berkapasitas 4.000 ton dan di Sapuran 5.000 ton,” kata Subarkah.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan penyuluh menjadi kunci tingginya serapan 2025.
Penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025 juga berdampak positif, dengan HET pupuk urea ditetapkan Rp90.000 per karung dan NPK Rp92.000 per karung ukuran 50 kilogram, sehingga daya beli petani meningkat dan distribusi lebih lancar.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















