WONOSOBO, DiengPost.com — Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/1/2026). Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi pemulung dalam pengelolaan sampah daerah.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag., menyampaikan bahwa para pemulung memiliki peran penting dalam proses pemilahan sampah.
“Teman-teman pemulung berperan langsung dalam proses pemilahan. Ini sangat membantu upaya kita mengurai permasalahan sampah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa Pemkab akan terus memperhatikan aspek kesejahteraan dan keselamatan kerja pemulung, termasuk penyediaan sarung tangan dan sepatu boot sesuai kemampuan anggaran.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah Wonosobo yang menekankan penguatan dari hulu. Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di tingkat kecamatan dan desa.
“Di TPA Wonorejo sendiri, fasilitas 3R memiliki kapasitas sekitar 5 ton. Harapannya, yang masuk ke TPA hanya residu,” jelasnya.
Kepala DLH Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, S.Hut., M.M., menyebut bahwa volume sampah harian pada 2025 menurun 10–15 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus tahun 2026 adalah pengurangan dari sumber, optimalisasi TPS 3R, dan peningkatan kesadaran publik bahwa pengelolaan sampah memerlukan biaya operasional.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Prokopim Wonosobo
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















