Pemkab Wonosobo Salurkan Bantuan untuk Pemulung, Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/1/2026).

i

Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/1/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com — Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/1/2026). Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi pemulung dalam pengelolaan sampah daerah.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag., menyampaikan bahwa para pemulung memiliki peran penting dalam proses pemilahan sampah.

“Teman-teman pemulung berperan langsung dalam proses pemilahan. Ini sangat membantu upaya kita mengurai permasalahan sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkab akan terus memperhatikan aspek kesejahteraan dan keselamatan kerja pemulung, termasuk penyediaan sarung tangan dan sepatu boot sesuai kemampuan anggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah Wonosobo yang menekankan penguatan dari hulu. Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga:  UMK Wonosobo 2026 Naik 6,76 Persen, Usulan Dikirim ke Pemprov

“Di TPA Wonorejo sendiri, fasilitas 3R memiliki kapasitas sekitar 5 ton. Harapannya, yang masuk ke TPA hanya residu,” jelasnya.

Kepala DLH Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, S.Hut., M.M., menyebut bahwa volume sampah harian pada 2025 menurun 10–15 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus tahun 2026 adalah pengurangan dari sumber, optimalisasi TPS 3R, dan peningkatan kesadaran publik bahwa pengelolaan sampah memerlukan biaya operasional.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Prokopim Wonosobo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan
Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap
Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng
PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir
Jelang Idul Adha, Sapi 1 Ton Asal Kalikajar Dipilih Jadi Kurban Presiden
Hemat Energi! Belasan Keluarga di Wonosobo Gunakan Sumber Energi Mandiri Sejak 1955
Hidupkan Sektor Wisata, Wisata Bukit Sembrani Watumalang Siap Jadi Magnet Baru
Bantah Isu Ilegal, Kuasa Hukum Sebut Legalitas Musda Golkar Wonosobo Manifestasi Instruksi Partai

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:07 WIB

Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap

Senin, 18 Mei 2026 - 15:59 WIB

Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:39 WIB

PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:57 WIB

Jelang Idul Adha, Sapi 1 Ton Asal Kalikajar Dipilih Jadi Kurban Presiden

Berita Terbaru