13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

KP2MI Gandeng ACE Japan dan LPK Bina Mandiri, Buka Peluang Kerja ‘Zero Budget’ bagi Welder Asal Wonosobo

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

i

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

WONOSOBO – Kesempatan bekerja di Jepang bagi tenaga kerja asal Indonesia kembali terbuka lebar. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

Program ini memberi peluang bagi calon pekerja terampil, khususnya di bidang pengelasan (welder), dengan skema pembiayaan ringan bahkan hingga tanpa biaya penempatan (zero budget).

Perwakilan KP2MI, Revina Panjaitan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara lembaga pelatihan di Indonesia dengan agensi resmi di Jepang. Tujuannya, menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sesuai tuntutan industri.

Baca Juga:  Hujan Lebat, Kantor Kecamatan Mojotengah Diterjang Banjir

“Pelatihan keterampilan dilakukan di LPK Bina Mandiri, sementara penguatan bahasa Jepang difasilitasi oleh pihak agensi di Jepang. Skema ini memastikan tenaga kerja terpilih benar-benar siap dan terlindungi,” ujar Revina.

Revina menjelaskan, mekanisme penempatan tenaga kerja dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni kerja sama business to business (B2B) dengan perusahaan penyalur P3MI, atau melalui program Specified Skilled Worker (SSW).

Baca Juga:  DPUPR Kebut Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek untuk Atasi Macet Mudik 2026

Untuk skema SSW, pekerja wajib memiliki sertifikat keterampilan dan kemampuan bahasa Jepang minimal level N4. Menurutnya, Jepang saat ini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif, terutama di sektor manufaktur dan konstruksi.

Berdasarkan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Jepang sejak 2022, terdapat peluang hingga 350 ribu tenaga kerja Indonesia yang dapat terserap dalam lima tahun ke depan.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan
Upaya Musnahkan Bukti Terungkap, Polisi Kejar Satu DPO Perampokan SPBU Selokromo
Polisi Sita Barang Bukti Rp467 Juta Kasus Perampokan SPBU Selokromo

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo

Berita Terbaru