KP2MI Gandeng ACE Japan dan LPK Bina Mandiri, Buka Peluang Kerja ‘Zero Budget’ bagi Welder Asal Wonosobo

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

i

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

WONOSOBO – Kesempatan bekerja di Jepang bagi tenaga kerja asal Indonesia kembali terbuka lebar. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama ACE Japan dan LPK Bina Mandiri menggelar sosialisasi Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025).

Program ini memberi peluang bagi calon pekerja terampil, khususnya di bidang pengelasan (welder), dengan skema pembiayaan ringan bahkan hingga tanpa biaya penempatan (zero budget).

Perwakilan KP2MI, Revina Panjaitan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara lembaga pelatihan di Indonesia dengan agensi resmi di Jepang. Tujuannya, menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sesuai tuntutan industri.

“Pelatihan keterampilan dilakukan di LPK Bina Mandiri, sementara penguatan bahasa Jepang difasilitasi oleh pihak agensi di Jepang. Skema ini memastikan tenaga kerja terpilih benar-benar siap dan terlindungi,” ujar Revina.

Revina menjelaskan, mekanisme penempatan tenaga kerja dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni kerja sama business to business (B2B) dengan perusahaan penyalur P3MI, atau melalui program Specified Skilled Worker (SSW).

Baca Juga:  PKB dan Gusdurian Wonosobo Tasyakuran Gelar Pahlawan Gus Dur dan Syaikhona Kholil

Untuk skema SSW, pekerja wajib memiliki sertifikat keterampilan dan kemampuan bahasa Jepang minimal level N4. Menurutnya, Jepang saat ini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif, terutama di sektor manufaktur dan konstruksi.

Berdasarkan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Jepang sejak 2022, terdapat peluang hingga 350 ribu tenaga kerja Indonesia yang dapat terserap dalam lima tahun ke depan.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru