Gerakan ‘Bangga Berwisata’ Diangkat Jadi Strategi Utama Pariwisata Wonosobo

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil.

i

Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil.

WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo mulai menggerakkan strategi baru untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Gerakan Bangga Berwisata di Wonosobo menjadi pintu masuknya. Program ini resmi dikenalkan saat HUT ke-54 Korpri di Alun-Alun Wonosobo pada 1 Desember 2025.

Setelah peluncuran, Disparbud langsung menyiapkan pola kolaborasi lintas sektor. Fokusnya bukan hanya promosi destinasi, melainkan membangun basis wisata dari sektor pendidikan, energi, dan geopark.

Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa gerakan ini punya misi lebih luas dibanding sekadar kampanye wisata.

“Bangga Berwisata di Wonosobo bukan sekadar ajakan piknik atau jalan-jalan. Ini gerakan luas yang mengintegrasikan berbagai aspek pembangunan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata,” tegasnya dalam rakor Komunitas Jurnalis Wonosobo dan Pemkab di Telaga Menjer, Kamis (4/12/2025).

Gerakan ini bergerak dengan pola pentahelix. Akademisi, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media digabung dalam satu alur kerja. Bidang pendidikan menjadi ujung tombak karena dianggap mampu menanamkan pemahaman pariwisata sejak dini.

Baca Juga:  Tinjau Natal 2025, Bupati Afif Jamin Perayaan Berjalan Aman

Melalui PGRI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Korwil Pendidikan Provinsi, sekolah-sekolah mulai didorong aktif terlibat dalam pengembangan wisata daerah. Perguruan tinggi ikut didekatkan untuk keperluan riset dan penyelarasan program.

“Sekolah-sekolah di Wonosobo kami ajak berkolaborasi. Termasuk memasukkan muatan pariwisata ke dalam materi mata pelajaran yang diajarkan. Ini bagian dari membangun ekosistem pariwisata dari hulu,” kata Fatonah.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru