Wonosobo Dihantui Tanah Bergerak, BPBD Minta Warga Siaga Penuh

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto H.

i

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto H.

WONOSOBO – Wonosobo kembali dihantui gejala tanah bergerak setelah sejumlah wilayah menunjukkan keretakan dan peningkatan potensi longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo pun meningkatkan pemantauan dan meminta warga lebih waspada terhadap cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan ancaman bencana di Wonosobo terjadi hampir sepanjang tahun dengan karakter berbeda di tiap kecamatan. Namun dalam beberapa minggu terakhir, perhatian terpusat pada Kaliwiro dan Sukoharjo yang mengalami pergerakan tanah paling serius.

Baca Juga:  Siap Amankan Nataru, Polres Wonosobo Pastikan Anggota Bebas Pelanggaran dan Narkoba

“Wonosobo ini kaya minimarket bencana. Ada longsor, banjir, gas beracun, dan sekarang tanah bergerak di Kaliwiro dan Sukoharjo keadaan cukup parah pada beberapa waktu lalu,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil survei BPBD menunjukkan lebih dari 20 rumah di wilayah terdampak mengalami retak, bahkan sebagian dinilai tidak layak huni. Meski begitu, beberapa warga tetap bertahan. BPBD belum mengeluarkan instruksi evakuasi massal, namun warga diminta segera mengungsi jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam.

Baca Juga:  Anggaran Turun 30 Persen, DPUPR Wonosobo Tak Bisa Tangani Seluruh Ruas Jalan di 2026

“Keselamatan nomor satu. Kami edukasi warga untuk mengungsi dulu kalau hujan besar. Banyak rumah sudah retak tapi masih ditempati,” katanya.

BPBD juga menyiapkan contoh rumah kayu yang dinilai lebih aman di daerah rawan gerakan tanah. Laporan resmi telah dikirimkan ke Badan Geologi Bandung untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru