Tak Kunjung Pulang Saat Cari Rumput, Buruh Tani di Sapuran Ditemukan Meninggal di Sungai

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Sapuran saat melakukan pemeriksaan terhadap korban seusai ditemukan meninggal di sungai di wilayah Sapuran.

i

Petugas Polsek Sapuran saat melakukan pemeriksaan terhadap korban seusai ditemukan meninggal di sungai di wilayah Sapuran.

WONOSOBO – Seorang buruh tani berinisial K, warga Dusun Gedangan, Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, ditemukan tidak bernyawa di aliran sungai pada Sabtu (15/11/2025) malam. Tubuh pria tersebut pertama kali terlihat sekitar pukul 19.20 WIB oleh warga yang tengah melakukan pencarian.

K diketahui berangkat ke sawah pada pukul 14.00 WIB untuk mencari rumput. Namun hingga jelang malam, ia tak juga kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian di area persawahan dan aliran sungai.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengintai Wonosobo Seminggu ke Depan, BPBD Minta Warga Siaga

Tak sampai satu jam pencarian, warga mendapati tubuh Kalim dalam posisi tengkurap di aliran sungai tak jauh dari lokasi ia biasa bekerja. Penemuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Sapuran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim SPKT Polsek Sapuran bersama petugas medis Puskesmas Sapuran datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Dari pengecekan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasubsi Penmas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan dilakukan sebagaimana prosedur.

“Begitu menerima laporan dari warga, petugas Polsek Sapuran langsung menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan bersama tenaga medis. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat vertigo dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Penanganan sudah dilakukan sesuai prosedur, dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Baca Juga:  1.917 Honorer Resmi Diangkat PPPK Paruh Waktu, Pemkab Wonosobo Dorong Layanan Publik Lebih Kuat

Keluarga menolak dilakukannya otopsi dan telah membuat pernyataan resmi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, polisi menyimpulkan peristiwa ini sebagai musibah murni.

Penulis : Hamdan

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru