Longsor di Campursari Sempat Tutup Jalur Kejajar – Watumalang Wonosobo, Akses Sudah Kembali Normal

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor terjadi di Desa Campursari, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (10/3/2026) dini hari. Material tanah menutup ruas jalan dari Dusun Pulosari menuju Dusun Tempuran yang menjadi jalur penghubung Kecamatan Kejajar dengan Kecamatan Watumalang.

i

Longsor terjadi di Desa Campursari, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (10/3/2026) dini hari. Material tanah menutup ruas jalan dari Dusun Pulosari menuju Dusun Tempuran yang menjadi jalur penghubung Kecamatan Kejajar dengan Kecamatan Watumalang.

WONOSOBO, DiengPost.com – Longsor terjadi di Desa Campursari, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (10/3/2026) dini hari. Material tanah menutup ruas jalan dari Dusun Pulosari menuju Dusun Tempuran yang menjadi jalur penghubung Kecamatan Kejajar dengan Kecamatan Watumalang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 16 meter yang berada tepat di atas badan jalan. Material tanah kemudian menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 22 meter.

Baca Juga:  Wonosobo Absen Konser Akhir Tahun, Alun-alun Diisi Shalawatan Gus Ali Gondrong

Camat Kejajar Chaerul Anam mengatakan longsor terjadi pada ruas jalan penghubung antar kecamatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Longsor terjadi Selasa sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Campursari, tepatnya di ruas jalan dari Dusun Pulosari menuju Dusun Tempuran,” kata Chaerul Anam.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat. Hujan mulai turun sejak Senin (9/3) sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga malam hari tanpa jeda yang berarti.

Baca Juga:  Tak Kunjung Pulang Saat Cari Rumput, Buruh Tani di Sapuran Ditemukan Meninggal di Sungai

Cuaca Buruk Diduga Meningkatkan Resiko Longsor

Kondisi cuaca yang tidak stabil itu dinilai cukup berisiko bagi ruas jalan yang berada di bawah tebing. Terlebih pada bagian tebing tersebut belum memiliki struktur penahan tanah.

“Pada 9 Maret sekitar pukul 15.30 WIB sudah mulai turun hujan dengan intensitas cukup lebat dan berlangsung hingga malam hari,” ujarnya.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru