“Awalnya lubangnya kecil di dekat gapura. Waktu itu kami tutup karena belum terlihat berbahaya,” ujarnya.
Seiring waktu, warga menemukan rongga di bawah tanah yang menyerupai aliran air. Kondisi ini terus membesar saat hujan turun.
Saat ini, amblesan diperkirakan memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dan lebar mencapai dua meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menduga amblesan berkaitan dengan gorong-gorong lama peninggalan era Belanda yang berada di bawah permukiman.
“Kalau hujan deras, limpahan air dari arah kota masuk semua ke saluran itu dan terus menggerus tanah di bawah,” jelas Aris.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat. Lokasi amblesan berada di kawasan padat penduduk dan dinilai berisiko tinggi.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















