FGD DPRD Jateng Soroti Oknum Berkedok Wartawan di Wonosobo

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Focus Group Discussion (FGD) bertema Sinergi Media dan Pemerintah dalam Penyampaian Informasi Publik yang digelar Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah di Pibee Resto, Wonosobo, Senin (22/12/2025).

i

Focus Group Discussion (FGD) bertema Sinergi Media dan Pemerintah dalam Penyampaian Informasi Publik yang digelar Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah di Pibee Resto, Wonosobo, Senin (22/12/2025).

Menanggapi isu adanya wartawan yang dinilai meresahkan hingga ke desa-desa, Kholik menegaskan hal tersebut tidak mencerminkan kondisi umum pers di Wonosobo. Jika pun ada persoalan, menurutnya itu bersifat individual dan tidak bisa digeneralisasi.

Ia menekankan pentingnya membedakan jurnalis profesional yang bekerja sesuai kode etik dengan pihak-pihak yang hanya mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan lain.

“Saya melihat di Wonosobo, tidak ada ya, tidak ada. Dan seumpama ada itu oknum saja, oknum saja. Karena sebenarnya fenomena yang ada itu kan lebih kepada menggunakan baju, menggunakan baju jurnalis, tetapi tujuannya untuk kepentingan yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) Agus Supriyadi menegaskan pentingnya profesionalisme dalam kerja jurnalistik. Menurutnya, setiap wartawan wajib menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagai dasar dalam menjalankan tugas peliputan.

Agus menyebut, dalam dunia jurnalistik terdapat jenjang kompetensi yang menjadi standar profesionalisme. Di KJW sendiri, ia memastikan seluruh anggota bekerja sesuai kode etik dan tidak melakukan praktik-praktik yang merugikan pihak lain.

Baca Juga:  SPBU Gontor Sidojoyo Heboh, Sebuah Minibus Diduga Terbakar

“Wartawan itu memiliki kode etik jurnalistik yang wajib dijunjung tinggi, tidak dibenarkan melakukan pemerasan atau tindakan yang merugikan pihak mana pun. Dalam profesi jurnalistik juga ada jenjang kompetensi yang jelas sebagai standar profesionalisme,” jelas Agus.

Agus menegaskan, pihaknya tidak mentolerir tindakan pemerasan atau penyalahgunaan profesi wartawan. Ia menyatakan, jika ada pihak yang bertindak mencurigakan dengan mengatasnamakan wartawan, dapat dipastikan tidak berasal dari KJW.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua
Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Berita Terbaru