Wonosobo Soroti 915 Kasus HIV, Pemkab Kukuhkan Komitmen Ending AIDS 2030

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Selasa (2/12/2025).

i

Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Selasa (2/12/2025).

“Perjalanan kita masih panjang. Untuk mencapai Ending AIDS 2030, kita harus bekerja keras mewujudkan Tiga Nol, Nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi,” tegas Afif.

Salah satu hambatan terbesar menurutnya adalah stigma dan diskriminasi, yang menyebabkan banyak orang menunda pemeriksaan karena takut penolakan sosial. Afif menyoroti pentingnya peran sektor pendidikan dan keagamaan dalam memberikan edukasi dan pendampingan, terutama kepada remaja.

“Remaja adalah kelompok yang rentan. Guru BK memiliki peran strategis sebagai sahabat dan pelindung siswa. Pendidikan yang benar dan pendampingan yang hangat akan membantu mereka terhindar dari perilaku berisiko,” jelas Afif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat, memaparkan bahwa seminar ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan dukungan pemangku kebijakan terhadap upaya penanggulangan HIV di daerah.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru BK sebagai garda depan pendampingan remaja.

“Seminar menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Ikatan Psikologi Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wonosobo dan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Adapun materi yang disampaikan meliputi Analisis Situasi Program HIV di Kabupaten Wonosobo, Kenali dan Cegah HIV, Guru BK sebagai Sahabat Remaja dalam Pencegahan HIV dan Edukasi Geothermal,” papar Jaelan.

Baca Juga:  Wonosobo Gelar Apel Kesiapsiagaan Relawan Hadapi Risiko Bencana

Menurut Jaelan, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas kesehatan, komunitas, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi faktor utama untuk mempercepat pencapaian Ending AIDS 2030 di Wonosobo.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru