12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Wonosobo Soroti 915 Kasus HIV, Pemkab Kukuhkan Komitmen Ending AIDS 2030

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Selasa (2/12/2025).

i

Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Selasa (2/12/2025).

“Perjalanan kita masih panjang. Untuk mencapai Ending AIDS 2030, kita harus bekerja keras mewujudkan Tiga Nol, Nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi,” tegas Afif.

Salah satu hambatan terbesar menurutnya adalah stigma dan diskriminasi, yang menyebabkan banyak orang menunda pemeriksaan karena takut penolakan sosial. Afif menyoroti pentingnya peran sektor pendidikan dan keagamaan dalam memberikan edukasi dan pendampingan, terutama kepada remaja.

“Remaja adalah kelompok yang rentan. Guru BK memiliki peran strategis sebagai sahabat dan pelindung siswa. Pendidikan yang benar dan pendampingan yang hangat akan membantu mereka terhindar dari perilaku berisiko,” jelas Afif.

Baca Juga:  Jelang Operasi Lilin Candi 2025, Ramp Check Bus di Wonosobo Temukan Kendaraan Tak Layak Jalan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat, memaparkan bahwa seminar ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan dukungan pemangku kebijakan terhadap upaya penanggulangan HIV di daerah.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru BK sebagai garda depan pendampingan remaja.

“Seminar menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Ikatan Psikologi Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wonosobo dan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Adapun materi yang disampaikan meliputi Analisis Situasi Program HIV di Kabupaten Wonosobo, Kenali dan Cegah HIV, Guru BK sebagai Sahabat Remaja dalam Pencegahan HIV dan Edukasi Geothermal,” papar Jaelan.

Baca Juga:  KP2MI Gandeng ACE Japan dan LPK Bina Mandiri, Buka Peluang Kerja 'Zero Budget' bagi Welder Asal Wonosobo

Menurut Jaelan, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas kesehatan, komunitas, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi faktor utama untuk mempercepat pencapaian Ending AIDS 2030 di Wonosobo.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan
Upaya Musnahkan Bukti Terungkap, Polisi Kejar Satu DPO Perampokan SPBU Selokromo
Polisi Sita Barang Bukti Rp467 Juta Kasus Perampokan SPBU Selokromo

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo

Berita Terbaru