Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Sultan HB II Dikebut, Wonosobo Gelar Audiensi Bersama Trah Sultan

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar audiensi bersama Trah Sultan HB II, akademisi, hingga perwakilan Keraton Yogyakarta di Ruang Perundingan Setda Wonosobo, Rabu (6/5/2026).

i

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar audiensi bersama Trah Sultan HB II, akademisi, hingga perwakilan Keraton Yogyakarta di Ruang Perundingan Setda Wonosobo, Rabu (6/5/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Proses pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II sebagai Pahlawan Nasional terus bergerak. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar audiensi bersama Trah Sultan HB II, akademisi, hingga perwakilan Keraton Yogyakarta di Ruang Perundingan Setda Wonosobo, Rabu (6/5/2026).

Forum tersebut membahas pematangan naskah akademik dan kelengkapan administrasi sebelum usulan dibawa ke tingkat provinsi hingga pemerintah pusat. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan Desa Pagerejo, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta utusan resmi Keraton Yogyakarta.

“Tahapan pengusulan dari tingkat kabupaten harus benar-benar ditelaah oleh dinas terkait. Ini penting agar saat naik ke tingkat Provinsi dan Pusat, dokumen kita sudah solid,” ujar Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Pengusulan gelar pahlawan untuk Sultan HB II sebenarnya telah dirintis sejak 2024. Sejumlah kegiatan sejarah hingga seminar nasional pada awal 2026 menjadi bagian dari penguatan dokumen dan dukungan publik.

Naskah Akademik Sudah 99 Persen

Dalam audiensi itu, Prof. Djoko Marihandono memaparkan perkembangan naskah akademik yang disebut sudah mencapai 99 persen. Penyusunan dokumen dilakukan dengan menelusuri ratusan arsip sejarah dari berbagai negara.

Baca Juga:  Bupati Afif Tegaskan Dukungan Pemkab Wonosobo untuk PLTP Dieng Unit 2

“Memang di dokumen, khususnya Naskah Akademik, butuh koreksi. Ada ratusan naskah yang jika disertakan lengkap, satu naskahnya saja bisa lebih dari 250 halaman dalam berbagai bahasa, mulai dari Belanda, Prancis, hingga Inggris,” ungkap Prof. Djoko usai forum.

Ia menjelaskan tantangan terbesar justru berada pada penerjemahan dokumen berbahasa Jawa dengan tulisan Jawi dan Aksara Jawa. Selain itu, tim masih melengkapi syarat administrasi, termasuk tanda tangan perwakilan keturunan Sultan HB II serta penguatan hubungan historis Wonosobo dengan Keraton Yogyakarta.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru