WONOSOBO, DiengPost.com – Proses pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II sebagai Pahlawan Nasional terus bergerak. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar audiensi bersama Trah Sultan HB II, akademisi, hingga perwakilan Keraton Yogyakarta di Ruang Perundingan Setda Wonosobo, Rabu (6/5/2026).
Forum tersebut membahas pematangan naskah akademik dan kelengkapan administrasi sebelum usulan dibawa ke tingkat provinsi hingga pemerintah pusat. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan Desa Pagerejo, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta utusan resmi Keraton Yogyakarta.
“Tahapan pengusulan dari tingkat kabupaten harus benar-benar ditelaah oleh dinas terkait. Ini penting agar saat naik ke tingkat Provinsi dan Pusat, dokumen kita sudah solid,” ujar Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengusulan gelar pahlawan untuk Sultan HB II sebenarnya telah dirintis sejak 2024. Sejumlah kegiatan sejarah hingga seminar nasional pada awal 2026 menjadi bagian dari penguatan dokumen dan dukungan publik.
Naskah Akademik Sudah 99 Persen
Dalam audiensi itu, Prof. Djoko Marihandono memaparkan perkembangan naskah akademik yang disebut sudah mencapai 99 persen. Penyusunan dokumen dilakukan dengan menelusuri ratusan arsip sejarah dari berbagai negara.
“Memang di dokumen, khususnya Naskah Akademik, butuh koreksi. Ada ratusan naskah yang jika disertakan lengkap, satu naskahnya saja bisa lebih dari 250 halaman dalam berbagai bahasa, mulai dari Belanda, Prancis, hingga Inggris,” ungkap Prof. Djoko usai forum.
Ia menjelaskan tantangan terbesar justru berada pada penerjemahan dokumen berbahasa Jawa dengan tulisan Jawi dan Aksara Jawa. Selain itu, tim masih melengkapi syarat administrasi, termasuk tanda tangan perwakilan keturunan Sultan HB II serta penguatan hubungan historis Wonosobo dengan Keraton Yogyakarta.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















