WONOSOBO, DiengPost.com – Di tengah ketatnya ikat pinggang anggaran daerah, alat berat tetap bekerja, aspal tetap digelar, dan jembatan masih dibangun. Pemangkasan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo hingga 66 persen pada Tahun Anggaran 2025 tak sepenuhnya menghentikan denyut pembangunan infrastruktur dasar.
Kepala DPUPR Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyebut keterbatasan anggaran justru memaksa pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas.
“Ruas prioritas itu jalan yang lalu lintas hariannya paling tinggi. Kita prioritaskan dari yang paling tinggi. Lalu lintas harian paling tinggi artinya yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Nurudin, Selasa (3/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan postingan @wonosobohebat, Senin (2/2/2026) di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengalokasikan Rp 91,9 miliar untuk penguatan infrastruktur dasar. Dana itu difokuskan untuk menjaga akses wilayah, mobilitas warga, serta pelayanan publik yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Di sektor jalan, DPUPR tetap melaksanakan rekonstruksi 69 ruas jalan, pelebaran satu ruas jalan, serta rehabilitasi 14 ruas jalan. Ruas-ruas tersebut tersebar di berbagai kecamatan dan menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Tak hanya jalan, perhatian juga diarahkan pada jembatan, urat nadi penghubung antarwilayah. Tahun 2025, DPUPR melakukan penggantian tujuh jembatan serta membangun satu jembatan baru, terutama di wilayah yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut.
Di luar infrastruktur transportasi, pemerintah juga menjaga layanan dasar. Sarana air minum dibangun di empat lokasi dengan total 220 sambungan rumah, sementara program sanitasi menyasar empat lokasi dengan 145 sambungan rumah.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















